Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?

Sebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut sindrom nefrotik refrakter. Berbagai regimen obat telah diberikan untuk menghindari atau mengurangi efek samping steroi...

Full description

Bibliographic Details
Main Authors: Sudung O. Pardede, Dimas K. Bonardo
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia 2016-11-01
Series:Sari Pediatri
Subjects:
Online Access:https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/443
id doaj-851ed20b561049e9ae8ce70f43097e3b
record_format Article
spelling doaj-851ed20b561049e9ae8ce70f43097e3b2020-11-24T22:10:02ZindBadan Penerbit Ikatan Dokter Anak IndonesiaSari Pediatri0854-78232338-50302016-11-011342859210.14238/sp13.4.2011.285-92385Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?Sudung O. Pardede0Dimas K. Bonardo1Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Dr. Cipto Mangunkusumo, JakartaDepartemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Dr. Cipto Mangunkusumo, JakartaSebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut sindrom nefrotik refrakter. Berbagai regimen obat telah diberikan untuk menghindari atau mengurangi efek samping steroid, seperti siklofosfamid, klorambusil, siklosporin, vinkristin, mikofenolat mofetil, dan takrolimus dengan hasil yang bervariasi dan berbagai efek samping. Rituximab adalah antibodi monoklonal anti-CD20 yang menginduksi aktivitas imunologis yang dimediasi oleh komplemen dan mencetuskan aktivitas selular tergantung antibodi (antibody-dependent). Rituximab telah diberikan untuk mengobati sindrom nefrotik refrakter, dan pada sindrom nefrotik relaps sering, terjadi remisi dan tidak timbul relaps. Penelitian multisenter untuk sindrom nefrotik dependen steroid dan resisten steroid, memperlihatkan terjadi remisi pada sebagian besar pasien. Pemberian rituximab pada sindrom nefrotik dengan gambaran patologi anatomi kelainan minimal, nefropati membranosa, dan glomerulosklerosis fokal segmental menyebabkan remisi pada sebagian besar pasien. Keberhasilan rituximab dalam tata laksana sindrom nefrotik idiopatik merupakan bukti terdapatnya peran limfosit B dalam patogenesis sindrom nefrotik. Dosis yang sering digunakan 375 mg/m 2 LPB secara intravena diberikan 4 dosis dengan interval satu minggu atau dosis 750 mg/m 2 LPB diberikan dua dosis selang waktu dua minggu. Rituximab dapat mengurangi aktivitas penyakit dan memperbaiki sensitivitas terhadap obat imunsupresan. Efek samping yang sering terjadi berupa reaksi akut seperti demam, nyeri abdomen, diare, muntah, ruam kulit, bronkospasme, takikadia, dan hipertensi. Rituximab memberikan hasil yang baik dalam tata laksana sindrom nefrotik refrakter, namun diperlukan uji klinik dengan jumlah sampel yang cukup untuk menilai efikasi dan keamanan obathttps://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/443rituximabsindrom nefrotik dependen steroidsindrom nefrotik resisten steroid
collection DOAJ
language Indonesian
format Article
sources DOAJ
author Sudung O. Pardede
Dimas K. Bonardo
spellingShingle Sudung O. Pardede
Dimas K. Bonardo
Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
Sari Pediatri
rituximab
sindrom nefrotik dependen steroid
sindrom nefrotik resisten steroid
author_facet Sudung O. Pardede
Dimas K. Bonardo
author_sort Sudung O. Pardede
title Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
title_short Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
title_full Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
title_fullStr Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
title_full_unstemmed Rituximab: Apakah Efektif dalam Tata Laksana Sindrom Nefrotik?
title_sort rituximab: apakah efektif dalam tata laksana sindrom nefrotik?
publisher Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia
series Sari Pediatri
issn 0854-7823
2338-5030
publishDate 2016-11-01
description Sebagian besar pasien sindrom nefrotik memberikan respons yang baik dengan steroid, tetapi terdapat pasien yang tidak responsif dengan steroid dan sulit mengalami remisi, disebut sindrom nefrotik refrakter. Berbagai regimen obat telah diberikan untuk menghindari atau mengurangi efek samping steroid, seperti siklofosfamid, klorambusil, siklosporin, vinkristin, mikofenolat mofetil, dan takrolimus dengan hasil yang bervariasi dan berbagai efek samping. Rituximab adalah antibodi monoklonal anti-CD20 yang menginduksi aktivitas imunologis yang dimediasi oleh komplemen dan mencetuskan aktivitas selular tergantung antibodi (antibody-dependent). Rituximab telah diberikan untuk mengobati sindrom nefrotik refrakter, dan pada sindrom nefrotik relaps sering, terjadi remisi dan tidak timbul relaps. Penelitian multisenter untuk sindrom nefrotik dependen steroid dan resisten steroid, memperlihatkan terjadi remisi pada sebagian besar pasien. Pemberian rituximab pada sindrom nefrotik dengan gambaran patologi anatomi kelainan minimal, nefropati membranosa, dan glomerulosklerosis fokal segmental menyebabkan remisi pada sebagian besar pasien. Keberhasilan rituximab dalam tata laksana sindrom nefrotik idiopatik merupakan bukti terdapatnya peran limfosit B dalam patogenesis sindrom nefrotik. Dosis yang sering digunakan 375 mg/m 2 LPB secara intravena diberikan 4 dosis dengan interval satu minggu atau dosis 750 mg/m 2 LPB diberikan dua dosis selang waktu dua minggu. Rituximab dapat mengurangi aktivitas penyakit dan memperbaiki sensitivitas terhadap obat imunsupresan. Efek samping yang sering terjadi berupa reaksi akut seperti demam, nyeri abdomen, diare, muntah, ruam kulit, bronkospasme, takikadia, dan hipertensi. Rituximab memberikan hasil yang baik dalam tata laksana sindrom nefrotik refrakter, namun diperlukan uji klinik dengan jumlah sampel yang cukup untuk menilai efikasi dan keamanan obat
topic rituximab
sindrom nefrotik dependen steroid
sindrom nefrotik resisten steroid
url https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/443
work_keys_str_mv AT sudungopardede rituximabapakahefektifdalamtatalaksanasindromnefrotik
AT dimaskbonardo rituximabapakahefektifdalamtatalaksanasindromnefrotik
_version_ 1725809635431022592