| Summary: | Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh dengan mensekresikan mediator inflamasi diantaranya: bradikinin, prostaglandin, serotonin, dan histamin akibat adanya rangsangan fisik atau kimia. Inflamasi umumnya mengawali respon tubuh pada jaringan yang rusak misalnya pada proses penyembuhan luka. Dalam Usada Bali, daun dadap serep disebut dapat digunakan dalam menyembuhkan luka. Rancangan penelitian ini adalah Randomized control group pretest posttest design. Pengujian antiinflamasi krim ekstrak daun dadap serep menggunakan empat kelompok diantaranya KN (Kontrol negatif), KP (Kontrol positif), KF1 (Kelompok Formula 1) dan KF2 (Kelompok Formula 2) dengan total 24 ekor tikus. Hasil analisis Tukey menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara KN dengan KP, KF1, dan KF2 dengan nilai signifikan (0,031; 0,000; 0,000) secara berturut-turut. Pada KP dengan KF1 dan KF2 menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dengan nilai signifikan (0,050 dan 0,021) secara berturut-turut. Pada KF1 dengan KF2 tidak terdapat perbedaan bermakna dengan nilai sig. 0,975. Dari penelitian yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa krim ekstrak etanol daun dadap serep konsentrasi 20% sudah mampu memberikan efek antiinflamasi pada model tikus yang diinduksi karagenan.
|