Kota Yogyakarta Dan Beberapa Kota Pendahulunya
Dalam membahas Yogyakarta dari segi arkeologi perkotaan, sudah seharusnya jika pembicaraan tidak dilepaskan dari kota-kota kuno yang ada di sekitamya, sebab kota Yogyakarta adalah salah satu dari mata rantai perkembangan kota-kota di Jawa, khususnya di pedalaman. Sebagaimana diketahui, ibukota keraj...
| Published in: | Berkala Arkeologi |
|---|---|
| Main Author: | |
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Balai Arkeologi Yogyakarta
1998-11-01
|
| Subjects: | |
| Online Access: | http://localhost:8888/upgrade3306/index.php/berkalaarkeologi/article/view/781 |
| Summary: | Dalam membahas Yogyakarta dari segi arkeologi perkotaan, sudah seharusnya jika pembicaraan tidak dilepaskan dari kota-kota kuno yang ada di sekitamya, sebab kota Yogyakarta adalah salah satu dari mata rantai perkembangan kota-kota di Jawa, khususnya di pedalaman. Sebagaimana diketahui, ibukota kerajaan Mataram-lslam pertama kali adalah di Kota Gede. lbukota yang pertama ini berfungsi sampai wafatnya Sultan Agung. Kemudian penggantinya, yaitu Susuhunan Amangkurat I, memindahkan ibukota ke Plered sampai ia meloloskan diri dari kraton yang kemudian diduduki Trunajaya. Tahun 1680 Susuhunan Amangkurat II mendirikan kota Kartasura yang berfungsi sampai tahun 1745, tatkala Susuhunan Pakubuwana II pindah ke Surakarta. |
|---|---|
| ISSN: | 0216-1419 2548-7132 |
