Komoditas Perkebunan Unggulan yang Berbasis Pada Pengembangan Wilayah Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah

Perencanaan pembangunan berdasarkan perwilayahan komoditas dapat mengatasi persaingan jenis komoditas antar wilayah. Identifikasi dan analisa potensi wilayah perlu dilakukan dalam rangka pengembangan ekonomi wilayah yang merupakan informasi awal dalam merumuskan atau mempersiapkan strategi pengemban...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Main Authors: Pawit Setianto, Indah Susilowati
Format: Article
Language:English
Published: Diponegoro University 2014-08-01
Subjects:
Online Access:http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jwl/article/view/154
Description
Summary:Perencanaan pembangunan berdasarkan perwilayahan komoditas dapat mengatasi persaingan jenis komoditas antar wilayah. Identifikasi dan analisa potensi wilayah perlu dilakukan dalam rangka pengembangan ekonomi wilayah yang merupakan informasi awal dalam merumuskan atau mempersiapkan strategi pengembangan potensi yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan, menganalisis dan memberikan arahan dalam pengembangan komoditas perkebunan unggulan pada masing-masing kecamatan. Metode yang digunakan diskriptif statistik dengan melakukan overlay terhadap peta-peta iklim, curah hujan, suhu dan topografi. Analisis yang dipakai adalah analisis kesesuaian lahan, Location Quotient (LQ), Shift Share dan Delphi. Komoditas unggulan perkebunan yang mempunyai prioritas tinggi untuk dikembangkan di Kabupaten Banjarnegara adalah berturut-turut  kelapa deres, teh, kopi robusta, kopi arabika, kelapa dalam, karet, dan tebu. Wilayah potensial untuk pengembangan tanaman kelapa dalam adalah Kecamatan Mandiraja dan Susukan. Sedangkan wilayah potensial untuk pengembangan tanaman kelapa deres adalah Kecamatan Bawang, Purwonegoro, Rakit, Susukan dan Wanadadi. Kopi arabika potensial di Kecamatan Pejawaran dan Pagentan. Pengembangan tanaman kopi robusta adalah Kecamatan Banjarnegara, Wanadadi dan Punggelan.  Wilayah pengembangan teh adalah Kecamatan Pagentan, dan Wanayasa. Karet bisa dikembangkan di Kecamatan Punggelan, Purwonegoro, Susukan, Rakit, Mandiraja, Purworejo Klampok dan Wanadadi. Tebu dapat dikembangkan di Kecamatan Bawang, Purwonegoro, Susukan, Mandiraja, Rakit dan Wanadadi.
ISSN:2338-1604
2407-8751