Signs or symptoms of complications in pregnancy and risk of caesarean section: an Indonesia national study

<p><em><strong>Latar  belakang</strong>: </em></p><p><em>Pada  beberapa  tahun  terakhir  kejadian  seksio  sesarea  (c-sesarea)  meningkat.  Tujuan analisis ialah untuk mengidentifikasi beberapa tanda atau gejala yang berbahaya selama kehamilan terhad...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Health Science Journal of Indonesia
Main Authors: Suparmi Suparmi, Bastaman Basuki
Format: Article
Language:English
Published: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2012-07-01
Subjects:
Online Access:http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/HSJI/article/view/83
Description
Summary:<p><em><strong>Latar  belakang</strong>: </em></p><p><em>Pada  beberapa  tahun  terakhir  kejadian  seksio  sesarea  (c-sesarea)  meningkat.  Tujuan analisis ialah untuk mengidentifikasi beberapa tanda atau gejala yang berbahaya selama kehamilan terhadap c-sesarea.</em></p><p><em><strong>Metode</strong>: Analisis ini memakai sebagian data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. Sub-sampel dengan metode multistage stratified sampling di seluruh Indonesia di antara wanita yang menikah atau pernah menikah berumur 10-49 tahun yang melahirkan bayi antara 1 January 2005 sampai 31 August 2010. Analisis mempergunakan regresi Cox dengan waktu konstan. </em></p><p><em><strong>Hasil</strong>: Prevalensi c-sesarea sebesar 10,8% di antara 20.501 wanita. Rasio prevalensi  kota dan desa ialah 2,9. Wanita yang pernah dibandingkan yang tidak pernah mengalami sebarang tanda atau gejala komplikasi kehamilan berisiko lebih besar mengalami c-sesarea. Wanita yang pernah dibandingkan yang tidak pernah mengalami  demam  tinggi  berisiko  2,3-lipat  c-sesarea [risiko  relatif  suaian  (RRa)  =  2,33;  95%  interval kepercayaan (CI) = 1,69-3,34]. Wanita yang pernah mengalami dibandingkan yang tidak pernah mengalami perdarahan per vaginam berisiko 2,1-lipat mengalami c-sesarea (RRa = 2,12; 95% CI = 1.,5-2,58). Risiko yang terkecil (96%) terjadi pada wanita yang pernah mengalami kejang atau pingsan (RRa = 1.96; 95% CI = 1,41-2,73).</em></p><p><em><strong>Kesimpulan</strong>:  Wanita  yang  pernah  dibandingkan  yang tidak pernah  sebarang  tanda  atau  gejala  komplikasi kehamilan berisiko lebih besar mengalami c-sesarea. (Health Science Indones 2011;2:71-6).</em></p><p><strong>Abstract</strong></p><p><strong>Background</strong>: In the last years, the frequency of cesarean section (c-section) has risen. This study was aimed to identify several signs or symptoms of complications during pregnancy increased the risk of c-section (c-section).</p><p><strong>Methods</strong>: Data were derived from the Basic Health Survey (Riskesdas) 2010. The sub-sample was married or divorced women aged 10-49 years between January 1, 2005 and August 2010 in Indonesia based on multistage stratified sampling methods. Analysis used Cox regression with constant time.</p><p><strong>Results</strong>: The c-section rate was 10.8% among 20,501 women. Urban and rural ratio of c-section rate was 2.9. Women who reported than who did not report any signs or symptoms of complications during their pregnancies had a higher risk of c-section. Women who reported high fever had 2.3-fold for c-section [adjusted relative risk (RRa) = 2.33; 95% confidence interval (CI) = 1.69-3.34]. Moreover, those who reported compared to those who did reported bleeding had 2.1-fold increase risk of c-section (RRa = 2.12; 95% CI = 1.75-2.58). The lowest risk (96%) was among those who ever had convulsion/fainted (RRa = 1.96; 95% CI = 1.41-2.73).</p><p><strong>Conclusion</strong>: Women who reported any signs or symptoms of complications during their pregnancies had an increased risk of c-section. (Health Science Indones 2012;2:71-6).</p>
ISSN:2087-7021
2338-3437