KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL
Jenis kayu kurang dikenal andalan setempat mengacu pada kayu yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi terbatas hanya satu atau dua penggunaan seperti sebagai kayu gergajian dan kayu perdagangan. Upaya diversifikasi diperlukan untuk memberikan nilai tambah pada jenis kayu tersebut. Salah satu...
| 發表在: | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (Journal of Forest Products Research) |
|---|---|
| Main Authors: | , , , |
| 格式: | Article |
| 語言: | 印度尼西亚语 |
| 出版: |
Forest Product Research and Development Center
2014-09-01
|
| 主題: | |
| 在線閱讀: | http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/586 |
| _version_ | 1852785883175976960 |
|---|---|
| author | Arya Sokanandi Gustan Pari Dadang Setiawan Saepuloh Saepuloh |
| author_facet | Arya Sokanandi Gustan Pari Dadang Setiawan Saepuloh Saepuloh |
| author_sort | Arya Sokanandi |
| collection | DOAJ |
| container_title | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (Journal of Forest Products Research) |
| description | Jenis kayu kurang dikenal andalan setempat mengacu pada kayu yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi terbatas hanya satu atau dua penggunaan seperti sebagai kayu gergajian dan kayu perdagangan. Upaya diversifikasi diperlukan untuk memberikan nilai tambah pada jenis kayu tersebut. Salah satu kemungkinan penggunaan tersebut adalah sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kemungkinan pemanfaatan 10 spesies kayu kurang dikenal andalan setempat, yang terdiri pangsor (Ficus Callosa Willd.), Jengkol (Pithecellobium rosulatum Kosterm.), Petai (Parkia speciosa Hasak), manii (Maesopsis eminii Engl.), balsa (Ochroma grandiflora Rowlee), ki cauk (Pisonia umbellifera (Forst) Seem.), Huru manuk (Litsea monopelata Pers.), ki renghas (Buchanania arborescens Blume), ki Bonen (Crypteronia paniculata Blume) dan ki hampelas (Ficus Ampelas Burm f.), sebagai bahan baku bioetanol. Penilaian awal terhadap bahan baku pembuatan bioethanol memerlukan data / informasi tentang sifat dasar dari setiap jenis kayu, terutama komposisi kimia, yang dilihat melalui analisis kimia kayu sesuai dengan standar, yaitu Norman Jenkin, Indonesia National Standart (SNI) dan TAPPI. Hasil analisis pada 10 jenis kayu menunjukkan bahwa kandungan selulosa bervariasi 42,03-54,95% , lignin 22,66-35,20% , pentosan 15,36-17,15% , kadar air 3,95 -10,99% , kadar abu 0,56-2,89%, kadar silika 0,12-0,84% . Kelarutan dalam air dingin 1,29-5,55% , kelarutan dalam air panas 4,41-11,19% , kelarutan dalam alkohol - benzena 2,95-4,60% dan kelarutan dalam NaOH 1% 10,35 - 22,89%. Untuk pembuatan bioetanol, diharapkan kayu memiliki kandungan selulosa, pentosan, dan kelarutan dalam NaOH 1% yang tinggi , dan secara bersamaan memiliki kandungan lignin, abu dan silika, kelarutan dalam air dingin, air panas dan alkohol benzene yang rendah. Dilihat dari kriteria tersebut dan dibantu oleh interpretasi statistik, menunjukkan bahwa 8 dari 10 jenis kayu mempunyai prospek yang bagus sebagai bahan baku bioetanol, yaitu dari yang paling berprospek adalah berturut-turut ki rengas, manii, petai, jering, balsa, ki hampelas, ki cauk, dan hurumanuk. Sementara itu, ki bonen dan pangsor tidak cocok untuk bioetanol sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. |
| format | Article |
| id | doaj-art-79a13f7d79cd4e8bb9d901bc260a0796 |
| institution | Directory of Open Access Journals |
| issn | 0216-4329 2442-8957 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2014-09-01 |
| publisher | Forest Product Research and Development Center |
| record_format | Article |
| spelling | doaj-art-79a13f7d79cd4e8bb9d901bc260a07962025-08-19T20:46:02ZindForest Product Research and Development CenterJurnal Penelitian Hasil Hutan (Journal of Forest Products Research)0216-43292442-89572014-09-0132320922010.20886/jphh.2014.32.3.209-220571KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOLArya Sokanandi0Gustan Pari1Dadang Setiawan2Saepuloh Saepuloh3Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5 Bogor 16610, Tlp./Fax (0251) 8633378/8633413Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5 Bogor 16610, Tlp./Fax (0251) 8633378/8633413Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5 Bogor 16610, Tlp./Fax (0251) 8633378/8633413Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu 5 Bogor 16610, Tlp./Fax (0251) 8633378/8633413Jenis kayu kurang dikenal andalan setempat mengacu pada kayu yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat, tetapi terbatas hanya satu atau dua penggunaan seperti sebagai kayu gergajian dan kayu perdagangan. Upaya diversifikasi diperlukan untuk memberikan nilai tambah pada jenis kayu tersebut. Salah satu kemungkinan penggunaan tersebut adalah sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah kemungkinan pemanfaatan 10 spesies kayu kurang dikenal andalan setempat, yang terdiri pangsor (Ficus Callosa Willd.), Jengkol (Pithecellobium rosulatum Kosterm.), Petai (Parkia speciosa Hasak), manii (Maesopsis eminii Engl.), balsa (Ochroma grandiflora Rowlee), ki cauk (Pisonia umbellifera (Forst) Seem.), Huru manuk (Litsea monopelata Pers.), ki renghas (Buchanania arborescens Blume), ki Bonen (Crypteronia paniculata Blume) dan ki hampelas (Ficus Ampelas Burm f.), sebagai bahan baku bioetanol. Penilaian awal terhadap bahan baku pembuatan bioethanol memerlukan data / informasi tentang sifat dasar dari setiap jenis kayu, terutama komposisi kimia, yang dilihat melalui analisis kimia kayu sesuai dengan standar, yaitu Norman Jenkin, Indonesia National Standart (SNI) dan TAPPI. Hasil analisis pada 10 jenis kayu menunjukkan bahwa kandungan selulosa bervariasi 42,03-54,95% , lignin 22,66-35,20% , pentosan 15,36-17,15% , kadar air 3,95 -10,99% , kadar abu 0,56-2,89%, kadar silika 0,12-0,84% . Kelarutan dalam air dingin 1,29-5,55% , kelarutan dalam air panas 4,41-11,19% , kelarutan dalam alkohol - benzena 2,95-4,60% dan kelarutan dalam NaOH 1% 10,35 - 22,89%. Untuk pembuatan bioetanol, diharapkan kayu memiliki kandungan selulosa, pentosan, dan kelarutan dalam NaOH 1% yang tinggi , dan secara bersamaan memiliki kandungan lignin, abu dan silika, kelarutan dalam air dingin, air panas dan alkohol benzene yang rendah. Dilihat dari kriteria tersebut dan dibantu oleh interpretasi statistik, menunjukkan bahwa 8 dari 10 jenis kayu mempunyai prospek yang bagus sebagai bahan baku bioetanol, yaitu dari yang paling berprospek adalah berturut-turut ki rengas, manii, petai, jering, balsa, ki hampelas, ki cauk, dan hurumanuk. Sementara itu, ki bonen dan pangsor tidak cocok untuk bioetanol sebagai bahan baku pembuatan bioetanol.http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/586Kayu kurang dikenal, 10 jenis kayu, kandungan kimia, sifat dasar, kelayakan |
| spellingShingle | Arya Sokanandi Gustan Pari Dadang Setiawan Saepuloh Saepuloh KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Kayu kurang dikenal, 10 jenis kayu, kandungan kimia, sifat dasar, kelayakan |
| title | KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL |
| title_full | KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL |
| title_fullStr | KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL |
| title_full_unstemmed | KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL |
| title_short | KOMPONEN KIMIA SEPULUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL : KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL |
| title_sort | komponen kimia sepuluh jenis kayu kurang dikenal kemungkinan penggunaan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol |
| topic | Kayu kurang dikenal, 10 jenis kayu, kandungan kimia, sifat dasar, kelayakan |
| url | http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHH/article/view/586 |
| work_keys_str_mv | AT aryasokanandi komponenkimiasepuluhjeniskayukurangdikenalkemungkinanpenggunaansebagaibahanbakupembuatanbioetanol AT gustanpari komponenkimiasepuluhjeniskayukurangdikenalkemungkinanpenggunaansebagaibahanbakupembuatanbioetanol AT dadangsetiawan komponenkimiasepuluhjeniskayukurangdikenalkemungkinanpenggunaansebagaibahanbakupembuatanbioetanol AT saepulohsaepuloh komponenkimiasepuluhjeniskayukurangdikenalkemungkinanpenggunaansebagaibahanbakupembuatanbioetanol |
