APLIKASI DESAIN HUNIAN SEMENTARA UNTUK KORBAN GEMPA DI KABUPATEN PASAMAN DAN PASAMAN BARAT

Gempa bumi berkekuatan 6,1 Mw terjadi pada tanggal 22 Februari 2022 pukul 08:39 WIB berpusat di lereng Gunung Talamau pada kedalaman 10 km. Akibat gempa ini, 27 orang tercatat tewas dan sedikitnya 457 orang luka-luka. Sebanyak 2.025 rumah di Kabupaten Pasaman Barat dan 1.816 rumah di Kabupaten Pasa...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Jurnal Hilirisasi IPTEKS
Main Authors: Yosritzal Yosritzal, Titi Kurniati, Hidayat Hidayat
Format: Article
Language:English
Published: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas 2023-09-01
Subjects:
Online Access:https://hilirisasi.lppm.unand.ac.id/index.php/hilirisasi/article/view/673
Description
Summary:Gempa bumi berkekuatan 6,1 Mw terjadi pada tanggal 22 Februari 2022 pukul 08:39 WIB berpusat di lereng Gunung Talamau pada kedalaman 10 km. Akibat gempa ini, 27 orang tercatat tewas dan sedikitnya 457 orang luka-luka. Sebanyak 2.025 rumah di Kabupaten Pasaman Barat dan 1.816 rumah di Kabupaten Pasaman mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan sedikitnya 19.221 orang mengungsi. Ketika masa tanggap darurat berakhir, maka para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan membutuhkan tempat tinggal sementara sampai rumahnya diperbaiki kembali. Tujuan kegiatan yang dilaporkan pada makalah ini adalah untuk menyediakan tempat hunian sementara (Huntara) bagi korban yang dikembangkan berdasarkan hasil desain standar dari Dinas PUPR. Huntara yang dibangun berbahan kayu, GRC dan Seng dengan tambahan bahan yang masih bisa dimanfaatkan dari sisa reruntuhan bangunan. Kegiatan ini dibiayai melalui kerja sama antara Asosiasi Akademisi Seluruh Indonesia (ASASI), Departemen Teknik Sipil Universitas Andalas, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sumatera Barat, dan Universitas Bung Hatta dan selanjutnya disebut Tim Huntara. Langkah yang dilakukan setelah mendapatkan pendanaan adalah melakukan survei untuk menentukan calon penerima yang layak mendapatkan bantuan. Berdasarkan kebutuhan calon penerima dan bahan tambahan yang tersedia, kemudian dilakukan modifikasi desain huntara. Pembangunan huntara secara gotong royong dengan dipimpin oleh seorang tukang lokal. Hasil dari kegiatan adalah telah dibangun sebanyak lima unit Huntara melalui pendanaan dari Tim Huntara dan dapat dimanfaatkan oleh penerima untuk jangka waktu yang relatif panjang.
ISSN:2621-7198