Stomatitis Aftosa Rekuren dengan Kecurigaan Klinik Infeksi Virus Herpes Simpleks (Laporan Kasus)
<p> </p> <p>Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan penyakit mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat.Pada umumnya penyakit ini memberikan gejala-gejala klinik yang khas yaitu adanya ulserasi yang bersifat ulang kambuh pada mukosa mulut, tanpa disertai dengan tanda-tanda l...
| Published in: | Journal of Dentistry Indonesia |
|---|---|
| Main Author: | |
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Faculty of Dentistry, Universitas Indonesia
2015-10-01
|
| Online Access: | http://jdentistry.ui.ac.id/index.php/JDI/article/view/893 |
| Summary: | <p> </p> <p>Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan penyakit mulut yang paling banyak dijumpai di masyarakat.Pada umumnya penyakit ini memberikan gejala-gejala klinik yang khas yaitu adanya ulserasi yang bersifat ulang kambuh pada mukosa mulut, tanpa disertai dengan tanda-tanda lain dari penyakit.</p> <p>Pada makalah ini dibahas 3 kasus SAR yang tidak biasa yaitu selain gejala SAR, terdapat pula tanda-tanda adanya infeksi virus Herpes SImpleks (VHS).Dari pemeriksaan sitologi pada ketiga kasus ini, dijumpai adanya badan inklusi VHS, tetapi dari pemberian terapi dengan Acyclovir ternyata 2 kasus memberikan manfaat, dan pada 1 kasus tidak ada manfaatnya. Hal ini berarti pada 2 kasus yang pertama terdapat peran dari VHS pada proses penyakit dan pada 1 kasus tidak ada. Keadaan semacam ini perlu diamati dan diwaspadai mengingat kedua penyakit mempunyai prinsip terapi yang berbeda.Pada SAR seringkali diperlukan pemberian terapi dengan bahan-bahan golongan kortikosteroid, sedangkan pada infeksi VHS pemberian bahan ini merupakan kontra indikasi. Selanjutnya pada makalah ini juga diberikan saran-saran untuk pengelolaan penyakit yang dapat digunakan oleh para dokter gigi apabila mendapatkan masalah yang sama.</p> |
|---|---|
| ISSN: | 1693-9697 2355-4800 |
