Faktor Yang Mempengaruhi Resiko Terjadinya Gizi Lebih Pada Kelompok Usia Remaja Area Urban

Indonesia menghadapi krisis terkait dengan gizi pada beberapa kelompok umur salah satunya status gizi remaja. Masalah yang berhubungan dengan remaja yakni masalah pangan, gizi dan kesehatan. Tekhnologi yang berkembang berbanding lurus dengan perubahan gaya hidup remaja mulai dari pemilihan makanan j...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Professional Health Journal
Main Authors: WIKE ROSALINI, Robby Aji Permana, Ni Komang Wulantika, Siti Fatimatus Zahro
Format: Article
Language:Indonesian
Published: PPPM STIKES Banyuwangi 2024-01-01
Subjects:
Online Access:https://www.ojsstikesbanyuwangi.com/index.php/PHJ/article/view/532
Description
Summary:Indonesia menghadapi krisis terkait dengan gizi pada beberapa kelompok umur salah satunya status gizi remaja. Masalah yang berhubungan dengan remaja yakni masalah pangan, gizi dan kesehatan. Tekhnologi yang berkembang berbanding lurus dengan perubahan gaya hidup remaja mulai dari pemilihan makanan junk food, aktivitas fisik, dan kurang konsumsi buah dan sayur. Gizi lebih yang tidak terkontrol akan mengakibatkan seseorang menjadi obesitas, diabetes melitus, hipertensi dan gangguan kardiovakuler. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas  di Kabupaten Jember pada bulan April 2023. Hasil analitik menunujukkan adanya hubungan antara antara jenis kelamin dengan kejadian gizi lebih (p value 0,002), ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi junk food dengan kejadian gizi lebih. Sejalan dnegan penelitian Irna dengan konsumsi junkfood dengan kejadian obesitas Hasil analisis diketahui p=0,001. Untuk itu berdasarkan hasil penelitian Sekolah dapat mengadakan program sosialisasidan edukasi mengenai pola makan yang baik kepada siswa dan siswa dapat menerapkan pola hidup yang berih dan sehat.
ISSN:2715-6249