| Summary: | Organisasi masyarakat menghadapi tantangan keberlanjutan karena ketergantungan pada dana eksternal dan lemahnya strategi komunikasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunikasi strategis dan branding pada 30 pengurus ormas di Kota Semarang melalui pelatihan berbasis partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi, dan praktik. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang wirausaha sosial, penguatan identitas organisasi, serta penyusunan rencana usaha yang selaras dengan misi organisasi. Tercatat rata-rata peningkatan skor +35% pada aspek yang diukur. Pelatihan mendorong perubahan mindset bahwa ormas dapat mengembangkan unit usaha sosial yang mandiri dan berdaya saing. Kegiatan ini memberikan kontribusi baru sebagai model penguatan kemandirian ekonomi ormas berbasis komunikasi strategis yang dapat direplikasi di daerah lain.
|