PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA

Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Kegiatan perkuliahan yang memiliki tenaga pengajar, karyawan serta mahasiswa setiap hari berkontribusi menghasilkan sampah. Sa...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Jurnal Teknik Mesin
Main Authors: Dian Asri Puspa Ratna, Ganjar Samudro, Sri Sumiyati
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Mercu Buana 2017-03-01
Online Access:https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jtm/article/view/1192
_version_ 1850353517571604480
author Dian Asri Puspa Ratna
Ganjar Samudro
Sri Sumiyati
author_facet Dian Asri Puspa Ratna
Ganjar Samudro
Sri Sumiyati
author_sort Dian Asri Puspa Ratna
collection DOAJ
container_title Jurnal Teknik Mesin
description Sampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Kegiatan perkuliahan yang memiliki tenaga pengajar, karyawan serta mahasiswa setiap hari berkontribusi menghasilkan sampah. Sampah yang banyak dihasilkan berupa daun kering, cara untuk mengurangi permasalahan sampah adalah melakukan proses pengomposan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kadar air terhadap pengomposan sampah daun kering dan menentukan kadar air optimum untuk pengomposan sampah daun kering. Proses pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan metode keranjang takakura. Penelitian ini menggunakan variasi kadar air (40%, 50%, dan 60%) dan perlakuan ukuran bahan dicacah menjadi ukuran 1.5cm. Activator berupa mol tetes tebu terlebih dahulu dibuat dengan cara fermentasi. Bahan baku kompos dan mol tetes tebu dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui karakteristik awal. Kadar air, suhu dan pH diukur setiap hari. Uji toksisitas dilakukan setelah kompos matang, uji ini digunakan untuk menentukan kadar bakteri pathogen dalam kompos, dalam penelitian ini kompos dinyatakan bebas bakteri pathogen. Berdasarkan hasil analisis kadar air optimum untuk penelitian ini adalah 60% dilihat dari Rasio C/N paling rendah yaitu 15.222% pada K1.5-60, kandungan N-Total paling tinggi 1.924% Pada K1.5-60, K-Total pada K1.5-60 sebesar 1.425% dan nilai GI paling tinggi 113.82% pada K1.5-60.
format Article
id doaj-art-dabbd65260af4cdabd1f4edce2cd2fff
institution Directory of Open Access Journals
issn 2089-7235
2549-2888
language Indonesian
publishDate 2017-03-01
publisher Universitas Mercu Buana
record_format Article
spelling doaj-art-dabbd65260af4cdabd1f4edce2cd2fff2025-08-19T23:08:30ZindUniversitas Mercu BuanaJurnal Teknik Mesin2089-72352549-28882017-03-016212412810.22441/jtm.v6i2.11921119PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURADian Asri Puspa Ratna0Ganjar Samudro1Sri Sumiyati2Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas DiponegoroDepartemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas DiponegoroDepartemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas DiponegoroSampah adalah sesuatu bahan atau benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh manusia, atau benda padat yang sudah digunakan lagi dalam suatu kegiatan manusia dan dibuang. Kegiatan perkuliahan yang memiliki tenaga pengajar, karyawan serta mahasiswa setiap hari berkontribusi menghasilkan sampah. Sampah yang banyak dihasilkan berupa daun kering, cara untuk mengurangi permasalahan sampah adalah melakukan proses pengomposan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kadar air terhadap pengomposan sampah daun kering dan menentukan kadar air optimum untuk pengomposan sampah daun kering. Proses pengomposan berlangsung selama 30 hari dengan metode keranjang takakura. Penelitian ini menggunakan variasi kadar air (40%, 50%, dan 60%) dan perlakuan ukuran bahan dicacah menjadi ukuran 1.5cm. Activator berupa mol tetes tebu terlebih dahulu dibuat dengan cara fermentasi. Bahan baku kompos dan mol tetes tebu dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui karakteristik awal. Kadar air, suhu dan pH diukur setiap hari. Uji toksisitas dilakukan setelah kompos matang, uji ini digunakan untuk menentukan kadar bakteri pathogen dalam kompos, dalam penelitian ini kompos dinyatakan bebas bakteri pathogen. Berdasarkan hasil analisis kadar air optimum untuk penelitian ini adalah 60% dilihat dari Rasio C/N paling rendah yaitu 15.222% pada K1.5-60, kandungan N-Total paling tinggi 1.924% Pada K1.5-60, K-Total pada K1.5-60 sebesar 1.425% dan nilai GI paling tinggi 113.82% pada K1.5-60.https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jtm/article/view/1192
spellingShingle Dian Asri Puspa Ratna
Ganjar Samudro
Sri Sumiyati
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA
title PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA
title_full PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA
title_fullStr PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA
title_full_unstemmed PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA
title_short PENGARUH KADAR AIR TERHADAP PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DENGAN METODE TAKAKURA
title_sort pengaruh kadar air terhadap proses pengomposan sampah organik dengan metode takakura
url https://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/jtm/article/view/1192
work_keys_str_mv AT dianasripusparatna pengaruhkadarairterhadapprosespengomposansampahorganikdenganmetodetakakura
AT ganjarsamudro pengaruhkadarairterhadapprosespengomposansampahorganikdenganmetodetakakura
AT srisumiyati pengaruhkadarairterhadapprosespengomposansampahorganikdenganmetodetakakura