Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412”
Fase take off dan landing merupakan fase yang paling kritis diantara fase – fase dalam operasi penerbangan. Pada saat take off sayap pesawat diposisikan pada angle of attack yang cukup besar, sehingga aliran udara akan melawan adverse pressure yang lebih besar sampai saat dimana aliran tidak mampu m...
| 出版年: | Jurnal Teknik ITS |
|---|---|
| 主要な著者: | , |
| フォーマット: | 論文 |
| 言語: | インドネシア語 |
| 出版事項: |
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M)
2017-03-01
|
| 主題: | |
| オンライン・アクセス: | http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/21780 |
| _version_ | 1852758176151109632 |
|---|---|
| author | Arwanda Wahyu Eko Sadewo Herman Sasongko |
| author_facet | Arwanda Wahyu Eko Sadewo Herman Sasongko |
| author_sort | Arwanda Wahyu Eko Sadewo |
| collection | DOAJ |
| container_title | Jurnal Teknik ITS |
| description | Fase take off dan landing merupakan fase yang paling kritis diantara fase – fase dalam operasi penerbangan. Pada saat take off sayap pesawat diposisikan pada angle of attack yang cukup besar, sehingga aliran udara akan melawan adverse pressure yang lebih besar sampai saat dimana aliran tidak mampu melawan adverse pressure aliran akan terseparasi. Jika terjadi separasi permanen sesaat setelah aliran melintasi leading edge di sektor upper side maka bisa mengakibatkan terjadinya stall pada pesawat. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dibutuhkan slat pada bagian depan sayap sebagai penuntun aliran pada leading edge untuk memasuki daerah upper side secara halus dengan akselerasi yang kuat. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan numerik. Benda uji yang digunakan adalah airfoil NACA 2412 dengan slat dan tanpa slat. Variasi slat clearance dan slat angle yaitu S/c : 0,05; 0,07; 0,09; (β): 0°, 3°, 5°. Hasil penelitian ini adalah konfigurasi B merupakan konfigurasi optimum dalam mengeliminasi stall pada angle of attack (α) 8°, sedangkan konfigurasi H merupakan konfigurasi optimum dalam mengeliminasi stall pada angle of attack (α) 16°. |
| format | Article |
| id | doaj-art-e2fa5bbcaca24eac91542c8cc09e3df8 |
| institution | Directory of Open Access Journals |
| issn | 2301-9271 2337-3539 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2017-03-01 |
| publisher | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) |
| record_format | Article |
| spelling | doaj-art-e2fa5bbcaca24eac91542c8cc09e3df82025-08-19T20:57:12ZindLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M)Jurnal Teknik ITS2301-92712337-35392017-03-01611081132810Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412”Arwanda Wahyu Eko Sadewo0Herman Sasongko1Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh NopemberTeknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh NopemberFase take off dan landing merupakan fase yang paling kritis diantara fase – fase dalam operasi penerbangan. Pada saat take off sayap pesawat diposisikan pada angle of attack yang cukup besar, sehingga aliran udara akan melawan adverse pressure yang lebih besar sampai saat dimana aliran tidak mampu melawan adverse pressure aliran akan terseparasi. Jika terjadi separasi permanen sesaat setelah aliran melintasi leading edge di sektor upper side maka bisa mengakibatkan terjadinya stall pada pesawat. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, dibutuhkan slat pada bagian depan sayap sebagai penuntun aliran pada leading edge untuk memasuki daerah upper side secara halus dengan akselerasi yang kuat. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen dan numerik. Benda uji yang digunakan adalah airfoil NACA 2412 dengan slat dan tanpa slat. Variasi slat clearance dan slat angle yaitu S/c : 0,05; 0,07; 0,09; (β): 0°, 3°, 5°. Hasil penelitian ini adalah konfigurasi B merupakan konfigurasi optimum dalam mengeliminasi stall pada angle of attack (α) 8°, sedangkan konfigurasi H merupakan konfigurasi optimum dalam mengeliminasi stall pada angle of attack (α) 16°.http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/21780airfoil NACA 2412slatslat clearanceslat angle |
| spellingShingle | Arwanda Wahyu Eko Sadewo Herman Sasongko Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412” airfoil NACA 2412 slat slat clearance slat angle |
| title | Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412” |
| title_full | Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412” |
| title_fullStr | Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412” |
| title_full_unstemmed | Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412” |
| title_short | Studi Eksperimen Dan Numerik Pengaruh Slat Clearance Serta Slat Angle Untuk Mengeliminasi Stall Pada Airfoil “ Studi kasus airfoil NACA 2412” |
| title_sort | studi eksperimen dan numerik pengaruh slat clearance serta slat angle untuk mengeliminasi stall pada airfoil studi kasus airfoil naca 2412 |
| topic | airfoil NACA 2412 slat slat clearance slat angle |
| url | http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik/article/view/21780 |
| work_keys_str_mv | AT arwandawahyuekosadewo studieksperimendannumerikpengaruhslatclearancesertaslatangleuntukmengeliminasistallpadaairfoilstudikasusairfoilnaca2412 AT hermansasongko studieksperimendannumerikpengaruhslatclearancesertaslatangleuntukmengeliminasistallpadaairfoilstudikasusairfoilnaca2412 |
