FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Abdoel Moeloek Provinsi Lampung. Data pada tahun 2014 kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung sebanyak 1.347 orang, sedangkan data rawat jalan selama tahun...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Jurnal Kesehatan
Main Authors: Rina Suryani, Herry Djoko Subandriyo, Dhiny Easter Yanti
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Politeknik Kesehatan Tanjung Karang 2016-08-01
Subjects:
Online Access:http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK/article/view/121
Description
Summary:Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H.Abdoel Moeloek Provinsi Lampung. Data pada tahun 2014 kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung sebanyak 1.347 orang, sedangkan data rawat jalan selama tahun 2014 sebanyak 3.500 orang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian semua pasien yang mengunjungi Rumah Sakit baik rawat jalan selama periode penelitian sebanyak 1.347 orang. Sampel penelitian adalah 99 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan faktor genetik (p-value= 0,000), usia (p-value= 0,000), menarche dini (p-value= 0,001), penggunaan kontrasepsi (p-value= 0,012) dan obsesitas (p-value = 0,012) terhadap kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014. Faktor yang paling berhubungan terhadap kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2014 adalah faktor usia dengan OR= 12,769. Saran, responden diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya tentang Sadari, terutama dengan memperahtikan usia dimana usia >50 tahun merupakan usia paling rentan terhadap kejadian kanker payudara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan dan rekomendasi kepada instansi kesehatan terutama unit-unit pelayanan kesehatan terdekat dengan masyarakat untuk lebih meningkatkan program penyuluhan kesehatan khususnya tentang deteksi dini kanker payudara dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu dalam mencegah dan menanggulangi kanker payudara.
ISSN:2086-7751
2548-5695