ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS

Ginjal adalah organ yang mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam, melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif dan sekresi. Selain itu ginjal juga mengatur tekanan darah dan volume darah dalam tubuh. Seperti halnya hati, ginjal juga rawan terhadap zat-...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Jurnal Neutrino: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Main Author: Ajeng Silvia Puji Lestari, Agus Mulyono
Format: Article
Language:English
Published: Jurusan Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2012-03-01
Subjects:
Online Access:http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/NEUTRINO/article/view/1658
_version_ 1849542509834797056
author Ajeng Silvia Puji Lestari, Agus Mulyono
author_facet Ajeng Silvia Puji Lestari, Agus Mulyono
author_sort Ajeng Silvia Puji Lestari, Agus Mulyono
collection DOAJ
container_title Jurnal Neutrino: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
description Ginjal adalah organ yang mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam, melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif dan sekresi. Selain itu ginjal juga mengatur tekanan darah dan volume darah dalam tubuh. Seperti halnya hati, ginjal juga rawan terhadap zat-zat kimia. Oleh karena itu, zat kimia yang terlalu banyak berada di dalam ginjal diduga akan mengakibatkan kerusakan sel, seperti piknosis dan Nekrosis. Piknosis atau pengerutan inti merupakan homogenisasi sitoplasma dan peningkatan eosinofil. Sedangkan Nekrosis merupakan kematian sel jaringan akibat jejas saat individu masih hidup. Pada penelitian di bidang biologi, dalam menentukan sil piknosis dan nekrosis umumnya mereka masih mengira-ngira dan masih menggunakan perhitungan secara manual sehingga data yang dihasilkan memiliki nilai eror yang relatif tinggi, karena sangat tipisnya perbedaan dari ciri sel-sel tersebut dan perbedaan persepsi setiap orang dalam melihat dan menghitung jumlah sel piknosis dan nekrosis. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pemikiran serta inovasi teknologi praktis tepat guna untuk mempermudah dalam penghitungan sel-sel tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian dilakukan dengan tujuan: (1) Mencari nilai threshold yang tepat untuk identifikasi sel piknosis dan nekrosis. (2) Mencari ketepatan program aplikasi yang digunakan dalam penghitungan jumlah sel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dalam bentuk pengolahan citra digital, dimana objek penelitiannya berupa citra digital. Pengolahan citra dilakukan dengan mengubah warna citra menjadi grayscale dan selanjutnya menapis citra menggunakan filter Gaussian dan dilanjutkan dengan mencari nilai threshold yang tepat untuk menentukan ciri dari masing-masing sel piknosis dan nekrosis. Nilai threshold yang didapatkan dari penelitian ini yaitu 0.66, 0.67, 0.68. Nilai yang paling tepat untuk mencirikan sel piknosis dan nekrosis adalah nilai threshold 0.67, selanjutnya citra hasil threshold ditest dengan aplikasi penghitungan sel dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan yaitu dengan nilai KR (Kesalahan Relatif) masing-masing sel (sel piknosis dan sel nekrosis) adalah 8.5% dan 9%.
format Article
id doaj-art-e7fb55f0c25842f58e45d9d92f9499bb
institution Directory of Open Access Journals
issn 1979-6374
2460-5999
language English
publishDate 2012-03-01
publisher Jurusan Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
record_format Article
spelling doaj-art-e7fb55f0c25842f58e45d9d92f9499bb2025-08-20T02:42:56ZengJurusan Fisika Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim MalangJurnal Neutrino: Jurnal Fisika dan Aplikasinya1979-63742460-59992012-03-010010.18860/neu.v0i0.16581471ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSISAjeng Silvia Puji Lestari, Agus Mulyono0Fisika UIN Maliki MalangGinjal adalah organ yang mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam, melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif dan sekresi. Selain itu ginjal juga mengatur tekanan darah dan volume darah dalam tubuh. Seperti halnya hati, ginjal juga rawan terhadap zat-zat kimia. Oleh karena itu, zat kimia yang terlalu banyak berada di dalam ginjal diduga akan mengakibatkan kerusakan sel, seperti piknosis dan Nekrosis. Piknosis atau pengerutan inti merupakan homogenisasi sitoplasma dan peningkatan eosinofil. Sedangkan Nekrosis merupakan kematian sel jaringan akibat jejas saat individu masih hidup. Pada penelitian di bidang biologi, dalam menentukan sil piknosis dan nekrosis umumnya mereka masih mengira-ngira dan masih menggunakan perhitungan secara manual sehingga data yang dihasilkan memiliki nilai eror yang relatif tinggi, karena sangat tipisnya perbedaan dari ciri sel-sel tersebut dan perbedaan persepsi setiap orang dalam melihat dan menghitung jumlah sel piknosis dan nekrosis. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu pemikiran serta inovasi teknologi praktis tepat guna untuk mempermudah dalam penghitungan sel-sel tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian dilakukan dengan tujuan: (1) Mencari nilai threshold yang tepat untuk identifikasi sel piknosis dan nekrosis. (2) Mencari ketepatan program aplikasi yang digunakan dalam penghitungan jumlah sel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dalam bentuk pengolahan citra digital, dimana objek penelitiannya berupa citra digital. Pengolahan citra dilakukan dengan mengubah warna citra menjadi grayscale dan selanjutnya menapis citra menggunakan filter Gaussian dan dilanjutkan dengan mencari nilai threshold yang tepat untuk menentukan ciri dari masing-masing sel piknosis dan nekrosis. Nilai threshold yang didapatkan dari penelitian ini yaitu 0.66, 0.67, 0.68. Nilai yang paling tepat untuk mencirikan sel piknosis dan nekrosis adalah nilai threshold 0.67, selanjutnya citra hasil threshold ditest dengan aplikasi penghitungan sel dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan yaitu dengan nilai KR (Kesalahan Relatif) masing-masing sel (sel piknosis dan sel nekrosis) adalah 8.5% dan 9%.http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/NEUTRINO/article/view/1658GinjalPengolahan Citra DigitalThreshold
spellingShingle Ajeng Silvia Puji Lestari, Agus Mulyono
ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
Ginjal
Pengolahan Citra Digital
Threshold
title ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
title_full ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
title_fullStr ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
title_full_unstemmed ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
title_short ANALISIS CITRA GINJAL UNTUK IDENTIFIKASI SEL PIKNOSIS DAN SEL NEKROSIS
title_sort analisis citra ginjal untuk identifikasi sel piknosis dan sel nekrosis
topic Ginjal
Pengolahan Citra Digital
Threshold
url http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/NEUTRINO/article/view/1658
work_keys_str_mv AT ajengsilviapujilestariagusmulyono analisiscitraginjaluntukidentifikasiselpiknosisdanselnekrosis