Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI Al-Futuhat, di mana 62,5% siswa belum mencapai KKTP yang ditetapkan (≥70). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kemampuan membaca permulaan siswa sebelum dan sesudah penerapan metode ACM, serta proses...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Ideguru
Main Authors: Rossi Dwita Pertianti, Asis Saefuddin, Sani Insan Muhamadi
Format: Article
Language:English
Published: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY 2024-09-01
Subjects:
Online Access:https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/1448
_version_ 1850054364150890496
author Rossi Dwita Pertianti
Asis Saefuddin
Sani Insan Muhamadi
author_facet Rossi Dwita Pertianti
Asis Saefuddin
Sani Insan Muhamadi
author_sort Rossi Dwita Pertianti
collection DOAJ
container_title Ideguru
description Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI Al-Futuhat, di mana 62,5% siswa belum mencapai KKTP yang ditetapkan (≥70). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kemampuan membaca permulaan siswa sebelum dan sesudah penerapan metode ACM, serta proses pembelajaran dengan metode ACM di setiap siklus. Metode ACM mengintegrasikan permainan, imajinasi, dan kreativitas melalui alat peraga, bercerita, dan musik. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta teknik pengumpulan data berupa pengamatan, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode ACM, ketuntasan klasikal kemampuan membaca siswa hanya 37,50% (kategori "Kurang"). Setelah penerapan metode ACM, terjadi peningkatan signifikan: rata-rata nilai siswa meningkat dari 51,56 menjadi 67,97 pada siklus I, dan 79,30 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 37,50% menjadi 56,25% pada siklus I, dan 81,25% pada siklus II. Aktivitas siswa dan guru juga meningkat di setiap siklus. Dengan capaian ini, pembelajaran dihentikan pada siklus II karena indikator keberhasilan telah tercapai (≥75%), mencerminkan dampak positif dari penerapan metode Aku Cepat Membaca (ACM). Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ACM efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran.
format Article
id doaj-art-01ddfcbfca2d4c2aa7a984e907b3b8ac
institution Directory of Open Access Journals
issn 2527-5712
2722-2195
language English
publishDate 2024-09-01
publisher Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY
record_format Article
spelling doaj-art-01ddfcbfca2d4c2aa7a984e907b3b8ac2025-08-20T00:24:49ZengDinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIYIdeguru2527-57122722-21952024-09-0110110.51169/ideguru.v10i1.1448Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan SiswaRossi Dwita Pertianti0Asis Saefuddin1Sani Insan Muhamadi2Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa BaratUniversitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa BaratUniversitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI Al-Futuhat, di mana 62,5% siswa belum mencapai KKTP yang ditetapkan (≥70). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kemampuan membaca permulaan siswa sebelum dan sesudah penerapan metode ACM, serta proses pembelajaran dengan metode ACM di setiap siklus. Metode ACM mengintegrasikan permainan, imajinasi, dan kreativitas melalui alat peraga, bercerita, dan musik. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta teknik pengumpulan data berupa pengamatan, tes unjuk kerja, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan metode ACM, ketuntasan klasikal kemampuan membaca siswa hanya 37,50% (kategori "Kurang"). Setelah penerapan metode ACM, terjadi peningkatan signifikan: rata-rata nilai siswa meningkat dari 51,56 menjadi 67,97 pada siklus I, dan 79,30 pada siklus II. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 37,50% menjadi 56,25% pada siklus I, dan 81,25% pada siklus II. Aktivitas siswa dan guru juga meningkat di setiap siklus. Dengan capaian ini, pembelajaran dihentikan pada siklus II karena indikator keberhasilan telah tercapai (≥75%), mencerminkan dampak positif dari penerapan metode Aku Cepat Membaca (ACM). Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ACM efektif meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran. https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/1448kemampuan membaca permulaanmetode ACM
spellingShingle Rossi Dwita Pertianti
Asis Saefuddin
Sani Insan Muhamadi
Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa
kemampuan membaca permulaan
metode ACM
title Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa
title_full Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa
title_fullStr Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa
title_full_unstemmed Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa
title_short Penerapan Metode Aku Cepat Membaca (ACM) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa
title_sort penerapan metode aku cepat membaca acm untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa
topic kemampuan membaca permulaan
metode ACM
url https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/1448
work_keys_str_mv AT rossidwitapertianti penerapanmetodeakucepatmembacaacmuntukmeningkatkankemampuanmembacapermulaansiswa
AT asissaefuddin penerapanmetodeakucepatmembacaacmuntukmeningkatkankemampuanmembacapermulaansiswa
AT saniinsanmuhamadi penerapanmetodeakucepatmembacaacmuntukmeningkatkankemampuanmembacapermulaansiswa