PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)

Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) disamping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Ubi jalar yang berwarna ungu merupakan salah satu yang karbohidratnya tinggi,...

Full description

Bibliographic Details
Published in:Chemical Engineering Journal Storage
Main Authors: Mauleny Gustina, Jalaluddin Jalaluddin, Nasrul ZA, Syamsul Bahri, Masrullita .
Format: Article
Language:English
Published: LPPM Universitas Malikussaleh 2022-06-01
Subjects:
Online Access:https://ojs.unimal.ac.id/cejs/article/view/6604
_version_ 1850354263640768512
author Mauleny Gustina
Jalaluddin Jalaluddin
Nasrul ZA
Syamsul Bahri
Masrullita .
author_facet Mauleny Gustina
Jalaluddin Jalaluddin
Nasrul ZA
Syamsul Bahri
Masrullita .
author_sort Mauleny Gustina
collection DOAJ
container_title Chemical Engineering Journal Storage
description Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) disamping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Ubi jalar yang berwarna ungu merupakan salah satu yang karbohidratnya tinggi, sehingga dapat dijadikan salah satu bahan baku alternative bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol ubi jalar ungu melalui fermentasi dengan menggunakan ragi roti dengan variasi waktu 4, 5 dan 6 hari pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa yang berasal dari proses hidrolisis menggunakan asam HCl 7% dengan kadar etanoltinggi yang optimum diperoleh melalui fermentasi penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae sebesar 30% diperoleh yield sebesar 54.1% pada hari ke 5 urea 5 gram dengan waktu distilasi selama 2 jam pada suhu 90 oC. Hal ini disebabkan karena perbedaan hari dan urea yang berbeda yaitu hari ke 4, 5 dan 6 dan pada urea 3 gram, 4 gram dan 5 gram. Dimana semakin tinggi urea maka kadar etanol semakin tinggi, dan dimana semakin lama fermentasi semakin tinggi kadar etanol, namun setelah hari ke 5 akan terjadi penurunan kembali, karena waktu terbaik untuk fermentasi bioetanol adalah 5 hari setelah 5 hari maka akan terjadi penurunan kadar etanol.
format Article
id doaj-art-dde16aa06bbd4e2da81f4ec7293f14ca
institution Directory of Open Access Journals
issn 2807-4068
language English
publishDate 2022-06-01
publisher LPPM Universitas Malikussaleh
record_format Article
spelling doaj-art-dde16aa06bbd4e2da81f4ec7293f14ca2025-08-19T23:08:15ZengLPPM Universitas MalikussalehChemical Engineering Journal Storage2807-40682022-06-012211612510.29103/cejs.v2i2.66043230PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)Mauleny GustinaJalaluddin JalaluddinNasrul ZASyamsul BahriMasrullita .Bioetanol merupakan salah satu jenis biofuel (bahan bakar cair dari pengolahan tumbuhan) disamping Biodiesel. Bioetanol adalah etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa (gula) yang dilanjutkan dengan proses destilasi. Ubi jalar yang berwarna ungu merupakan salah satu yang karbohidratnya tinggi, sehingga dapat dijadikan salah satu bahan baku alternative bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar etanol ubi jalar ungu melalui fermentasi dengan menggunakan ragi roti dengan variasi waktu 4, 5 dan 6 hari pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa yang berasal dari proses hidrolisis menggunakan asam HCl 7% dengan kadar etanoltinggi yang optimum diperoleh melalui fermentasi penggunaan ragi Saccharomyces cerevisiae sebesar 30% diperoleh yield sebesar 54.1% pada hari ke 5 urea 5 gram dengan waktu distilasi selama 2 jam pada suhu 90 oC. Hal ini disebabkan karena perbedaan hari dan urea yang berbeda yaitu hari ke 4, 5 dan 6 dan pada urea 3 gram, 4 gram dan 5 gram. Dimana semakin tinggi urea maka kadar etanol semakin tinggi, dan dimana semakin lama fermentasi semakin tinggi kadar etanol, namun setelah hari ke 5 akan terjadi penurunan kembali, karena waktu terbaik untuk fermentasi bioetanol adalah 5 hari setelah 5 hari maka akan terjadi penurunan kadar etanol.https://ojs.unimal.ac.id/cejs/article/view/6604bioetanol, ubi jalar ungu, fermentasi,kadar bioetanol.
spellingShingle Mauleny Gustina
Jalaluddin Jalaluddin
Nasrul ZA
Syamsul Bahri
Masrullita .
PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
bioetanol, ubi jalar ungu, fermentasi,kadar bioetanol.
title PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
title_full PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
title_fullStr PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
title_full_unstemmed PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
title_short PENGARUH LAMA WAKTU FERMENTASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI PATI UBI JALAR UNGU (Ipomea batata L)
title_sort pengaruh lama waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol dari pati ubi jalar ungu ipomea batata l
topic bioetanol, ubi jalar ungu, fermentasi,kadar bioetanol.
url https://ojs.unimal.ac.id/cejs/article/view/6604
work_keys_str_mv AT maulenygustina pengaruhlamawaktufermentasiterhadapkadarbioetanoldaripatiubijalarunguipomeabatatal
AT jalaluddinjalaluddin pengaruhlamawaktufermentasiterhadapkadarbioetanoldaripatiubijalarunguipomeabatatal
AT nasrulza pengaruhlamawaktufermentasiterhadapkadarbioetanoldaripatiubijalarunguipomeabatatal
AT syamsulbahri pengaruhlamawaktufermentasiterhadapkadarbioetanoldaripatiubijalarunguipomeabatatal
AT masrullita pengaruhlamawaktufermentasiterhadapkadarbioetanoldaripatiubijalarunguipomeabatatal